Sabtu, 05 Mei 2018

Cara Mudah Memasang Lampu LED pada Satria 120 R 2 Tak

Jaman saat ini, jika tidak menggunakan lampu led, kesan yang akan timbul adalah motor kuno atau ketinggalan jaman. ya memang motor satria r memang motor lawas alias kuno dari segi tahun pembuatannya, namun dengan mengikuti perkembangan zaman bisa lah dijejerkan dengan motor-motor kekiniaan zaman sekarang.

Penjelasan singkat Lampu LED

LED atau singkatan dari Light Emitting Diode, singkatnya lampu ini tercipta dengan berteknologi dioda (sejenis komponen elektronika) pemancar cahaya. LED ini memiliki beragam keunggulan diantaranya  minimalisasi dimensi, daya dan panas-nya namun maksimal pancaran cahaya yang dihasilkannya jika dibandingkan dengan lampu pijar (Filamen). LED dengan segala keunggulan yang dimilikinya, namanya ciptaan manusia pasti memiliki kekurangan, Lampu LED ini akan menyala apabila disupply dengan arus DC yang stabil, dengan kata lain apabila sumber arus tegangan tidak mencapai titik minimal LED tersebut maka dipastikan LED tersebut tidak akan menyala, lain halnya dengan lampu pijar yang bisa menyala dengan supply arus yang tidak stabil. Misalnya sebuah lampu LED dengan tegangan 12 V, ini mengartikan bahwa lampu ini harus disupply dengan arus tegangan minimal 12 V, dibawah arus tegangan tersebut lampu tidak akan menyala karena dibawah standarisasi 12 V.

Kelistrikan Satria 120 R 2 Tak

Satria 120 R, memiliki sumber tegangan yang berubah-ubah, karena disupply dari motor listrik yang berputar seiring semakin besar putaran mesin maka semakin besar pula arus listrik yang dihasilkan maka dari itu lampu asal motor satria ini masih menggunakan lampu pijar. lain halnya dengan motor-motor keluaran sekarang yang memiliki sumber listrik langsung dari aki sehingga arus listrik yang dihasilkan stabil dan dapat menyuplai langsung lampu LED. Maka dari itu para pemilik motor-motor keluaran lama, suzuki satria 120 R khususnya harus pintar2 mengakali, diantaranya dengan mengubah sumber arus tegangan yang menyuplai ke lampu besar, lebih jelasnya bisa dilihat dari gambar diagram kelistrikan satria 120 R dibawah ini:


Diagram diatas memperlihatkan kelistrikan dari motor Satria 120 R, Kabel yang kita potong dan ubah posisinya adalah kabel dari switch lampu yang ditandai panah. Kabel yang dipotong dan diubah posisinya adalah kabel berwarna kuning dengan garis putih dalam diagram ini ditandai dengan garis yang berwarna kuning di jumper atau di sambungkan dengan kabel berwarna orange yang digambarkan pada diagram ini dengan garis berwarna biru. Lebih jelasnya dengan memperhatikan langkah-langkah beserta gambar dibawah ini:
  1. Sebelum mengubah kabel ini, pastikan voltase aki dan kiprok sebagai penyetabil arus ke aki dalam keadaan baik.
  2. Buka baut-baut pada batok kepala, lepaskan batok dengan menarik soket berwarna hijau dan hitam untuk lampu sign (belok) dan soket putih untuk lampu besar. setelah dilepas maka tentukan soket berwarna hitam yang menjalar ke switch lampu, yang terlihat seperti gambar dibawah ini
  3. Setelah menemukan soket berwarna hitam, tentukan kabel yang akan dipotong dan diubah posisinya, lakukan dengan teliti dan jangan sampai salah menentukan kabel yang akan dipotong, pada motor ini kabel yang dipotong berwarna kuning bergaris putih, kabel tersebut dipotong, ujung yang menjalar ke arah supply, diberi isolasi kabel, dan ujung yang menjalar ke switch, kupas kulit karet kabel hingga besi tembaga terlihat, setelah itu besi tembaga tersebut disisipkan atau di koneksikan (jumper) ke dalam salah satu lobang pada soket dengan kabel berwarna orange, setelah kabel tersebut terkoneksi atau tersambung beri isolator dapat berupa isolasi kabel (biasanya warna hitam) atau lem tembak yang bertujuan agar tidak terjadi konsleting dengan kabel lain. Lebih jelasnya seperti gambar di bawah ini:
  4. Setelah langkah-langkah diatas dilakukan, lalu pasangkan Lampu LED pada batok kepala yang dilepas tadi, setelah lampu led dipasang, pasangkan kembali soket-soket lampu sign (belok), dan soket lampu besar dengan pasangan soket yang ada pada batok kepala. Setelah itu kontakkan kunci pada posisi on, lalu posisikan on pada switch lampu besar, jika lampu menyala walau mesin mati berarti pengubahan sumber arus tegangan telah berhasil seperti gambar dibawah ini.

Demikian artikel ini, selamat mencoba, salam 2 Tak :D

Selasa, 31 Januari 2017

Jenis Bahan Bakar Suzuki Satria 120 2-Tak, Tepat dan Irit Kantong


Seiring perkembangan zaman, Pertamina selaku penyedia bahan bakar terbesar di Indonesia melakukan berbagai macam langkah inovasi terhadap bahan bakar minyak (BBM) sebagai salah satu produk unggulan-nya perusahaan ternama tersebut. Namun pada saat ini pula masih banyak orang yang belum mengetahui peruntukkan atas perbedaan klasifikasi bilangan oktan pada BBM khususnya. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui apakah kita selaku pengguna sepeda motor Suzuki Satria 120 2-Tak sudah menyesuaikan bahan bakar yang digunakan apa belum, dan akibat apa yang akan timbul ketika menggunakan bahan bakar yang tidak sesuai bilangan oktannya.

Apa itu bilangan oktan atau sering disebut Research Octane Number (RON) ?

Menurut Wikipedia.org, Bilangan oktan adalah angka yang menunjukkan seberapa besar tekanan yang bisa diberikan sebelum bensin terbakar secara spontan. sedangkan RON adalah nilai oktan sebuah bahan bakar yang paling umum digunakan diseluruh dunia. Maka dari itu Pertamina selaku produsen, mengklasifikasikan tipe Premium (RON 88), Pertalite (RON 90), Pertamax (RON 92) dan Pertamax Turbo (RON 98) dan pangsa pasar khusus Pertamax Racing (RON 100) dengan membedakan nilai RON-nya. Berikut dibawah ini Tabel Rasio Kompresi dan Nilai Oktan Idealnya.


Di dalam mesin, proses pembakaran yang optimal adalah campuran udara dan bensin (dalam bentuk gas) ditekan oleh piston sampai dengan volume yang sangat kecil dan kemudian dibakar oleh percikan api yang dihasilkan busi. Karena besarnya tekanan ini, campuran udara dan bensin juga bisa terbakar secara spontan sebelum percikan api dari busi keluar. 



Namun lain halnya ketika bilangan oktan atau RON tidak sesuai dengan kompresi mesin, sebagai contoh, penggunaan BBM beroktan rendah di mesin kompresi tinggi, maka campuran bensin oktan rendah dan udara ini akan terbakar karena kompresi yang tinggi (dan bukan karena percikan api dari busi), maka akan terjadi knocking atau nglitik di dalam mesin. Knocking ini akan menyebabkan mesin cepat rusak. Gambar dibawah ini adalah contoh penggunaan bilangan oktan yang tidak sesuai yang bersumber dari motorplus-online.com seorang mekanik, puguh, memperlihatkan sebuah head cylinder motor 2-Tak yang bolong-bolong.



Sedangkan sebaliknya jika penggunaan BBM beroktan tinggi di mesin kompresi Rendah, karena BBM beroktan tinggi memeiliki karakteristik lebih sulit terbakar dari pada beroktan rendah, maka campuran bensin oktan tinggi dan udara ini akan sulit terbakar dan terjadi pembakaran yang tidak sempurna pada kompesi yang rendah serta dapat berakibat performansi mesin menurun dan akan memicu timbulnya kerak pada mesin. Jadi sesuaikan rasio kompresi motor anda dengan rasio oktan (RON) yang akan digunakan.

Nah, dengan mengetahui perihal diatas, perlu diketahui bagi pengguna Suzuki Satria 120 2 Tak adalah mesin bertipe kompresi rendah dengan nilai rasio 7.0 : 1. Jadi sangat disarankan agar menggunakan bahan bakar jenis premium agar pembakaran dapat optimal, dan cukup tidak menguras kantong. Namun belakangan ini dengan beredarnya kabar premium akan dihapus oleh regulasi pemerintah maka tidak mengapa bila dinaikkan 1 grade diatasnya, Pertalite. Semoga bermanfaat :D

Selasa, 24 Januari 2017

Suzuki Satria 120 2-Tak, Raja Bebek pada Era-nya


Suzuki Satria 120 2-Tak yang lahir pada era 90-an ini mengusung konsep sporty, motor varian bebek underbone dua langkah (2-Tak) ini terlahir menjadi salah satu produk unggulan pabrikan motor asal jepang, Suzuki, yang terkenal dengan tagline-nya "Inovasi Tiada Henti".
Satria 120 2-Tak pertama atau yang lebih dikenal satria lumba / kotak hadir di Indonesia sekitar tahun 1997 yang mengusung kapasitas silinder terbesar pada masanya, 120 cc dengan menerapkan teknologi sistem pendinginan udara Jet Cooled, yang telah terbukti baik dalam melepaskan panas mesin ke udara bebas, serta dengan model rangka dual crandle box seperti yang hanya ditemukan motor kelas sport, mengusung teknologi SCAF (Suzuki Computerized Analized Frame), sistem komputerisasi analisa rangka. Bentuk rangka unik inilah yang menaikan popularitasnya dalam segi desain sekaligus seringkali membawa motor ini menaiki podium tingkat internasional di kelasnya.


Suzuki Satria 120 S 



Satria 120 2-Tak lahir dengan varian pertamanya yaitu Suzuki Satria 120 S, versi kopling semi otomatis dengan 5 percepatan, dengan kapasitas mesin 120 cc. Namun pada sekitar tahun 2002, karena permintaan pasar yang menginginkan  Satria 120 2-Tak yang lebih gahar, lahirlah sang adik, Satria 120 R yang mengusung kopling manual dengan 6 percepatan, kapassitas mesin yang sama, dengan model body yang hampir sama dengan adiknya, namun memiliki perbedaan besar pada bagian striping, serta velg casting wheel, dilengkapi double disc brakekick starter, jumlah percepatan, dan tentunya harganya.  Hingga pada akhir tahun 2003, hadirlah versi import / built up dari pabrikan luar, mengusung perubahan total pada desain body dan kandungan material yang nyaris secara keseluruhan diimpor langsung dari Malaysia yang lebih dikenal Satria 120 R Agressive atau lebih dikenal pasar dengan sebutan satria hiu karena bentuk bodynya yang meruncing menyerupai kepala hiu

Suzuki Satria 120 R 


Suzuki Satria 120 R Aggressive


Namun kejayaan evolusi Satria 120 2 Tak ini seakan sirna / terhenti pada awal tahun 2005, karena regulasi pemerintah yang mengeluarkan peraturan pelarangan produksi motor dengan sistem dua langkah (2-Tak) di Indonesia. Meski kendala dalam konsumsi bahan bakar, oli samping, hingga komponen tertentu yang cukup rentan ketika digunakan dalam ajang balap resmi, harga yang cukup tinggi dibanding sekelasnya, dan sebagainya. Tidak pula menyurutkan popularitas motor ini, bahkan hingga saat ini (salah satunya saya :D). Sejujurnya saya bisa berkata demikian, karena saya adalah salah satu pengguna setia Satria 120 2-Tak varian 120 R, dari tahun 2003 hingga sekarang, alhamdulillah awet mungkin karena masih standart pabrikan belum diotak-atik, dan hanya digunakan untuk pemakaian sehari-hari. Sudah banyak tawaran yang hilir mudik ke saya mulai harga logis hingga gak logis (nawar murah banget), namun untuk saat ini, belum mau melepas soalnya masih cinta sama ini motor, penampakan motor saya gan, check this out :D



Skema Kelistrikan Suzuki Satria 120 S dan 120 R

Skema Kelistrikan merupakan peranan penting untuk mengetahui sistem kelistrikan pada sebuah sepeda motor hal ini merupakan bagian sangat terpenting karena pada sistem ini menyediakan arus listrik untuk keperluan pembakaran dan untuk menggerakkan pendukung pada sebuah sepeda motor. 

Berikut ini adalah gambar skema atau diagram kelistrikan pada motor Suzuki Satria 120 S dan 120 R:

Skema Kelistrikan Suzuki Satria 120 S



                                                    Skema Kelistrikan Suzuki Satria 120 R






Selasa, 27 Juli 2010

Visi, Misi, Hymne dan Mars Universitas Brawijaya

HYMNE UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Pada zaman cemerlang budaya Indonesia
Jaya bertahta permata pujaan negara
Penyuluh jiwa budi satria nan perwira
Itulah Sri Maharaja Brawijaya mulia
O, Brawijaya luhur citanya, luhur tujuannya
O, Brawijaya lambang abadi, kebangunan Indonesia
Di bawah naunganmu berdaya tempat dharma
Pengasuh budaya bagi putra-putri bangsa
Rela berdharma bakti berjuang nan satria
Mengabdi pada pertiwi bumi Indonesia
O, Brawijaya bangun citanya, bangun tujuannya
O, Brawijaya lambang abadi, kemuliaan bangsa
Padamu 'ku berjanji setia jiwa raga
Menuntut budaya untuk kemuliaan bangsa
Menjunjung tinggi cita pusaka Brawijaya
Mengabdi pada pertiwi bumi Indonesia
O, Brawijaya hidup citanya, hidup tujuannya
O, Brawijaya lambang abadi kekayaan Indonesia




MARS UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Berpadu di derap langkah menyambut terangnya sang surya
Universitas Brawijaya sumber Ilmu dan budaya
Kibarkan tekad patria serempak dalam satu cita
Ayo bangkit semangat baja bahagia menanti kita
Maju terus maju Almamater tercinta Universitas Brawijaya
Dengan rahmat Tuhan dan dasar pancasila abadilah namamu
Dengan jiwa Tri Dharmamu kami setia mengawalmu Universitas Brawijaya jayalah sepanjang masa.
TUJUAN
  1. Menghasilkan sumberdaya manusia yang berkualitas, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mampu membelajarkan diri, memiliki wawasan yang luas memiliki disiplin dan etos kerja, sehingga menjadi tenaga akademis dan professional yang tangguh dan mampu bersaing di tingkat internasional.
  2. Mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni guna mendorong pengembangan budaya.
  3. Mempunyai kemampuan dalam pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan konsep pemecahan masalah dengan menggunakan metode ilmiah.
VISI

Menjadi universitas unggul yang berstandar internasional dan mampu berperan aktif dalam pembangunan bangsa melalui proses pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

MISI
  1. Membangkitkan kekuatan moral dan kesadaran tentang keberadaan penciptaan alam oleh Tuhan YME dan sadar bahwa setiap kehidupan mempunyai hak untuk dihargai.
  2. Menyelenggarakan proses pendidikan agar peserta didik menjadi manusia yang berkemampuan akademik dan/atau professional yang bermutu serta berkepribadian/berjiwa entrepeneur.
  3. Melakukan pengembangan dan penyebarluasan ilmu pengetahuan, teknologi, humaniora dan seni, serta mengupayakan penggunaanya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.

Rabu, 20 Mei 2009

Linux



Linux


Linux (commonly pronounced /ˈlɪnəks/[4]) is a generic term referring to Unix-like computer operating systems based on the Linux kernel. Their development is one of the most prominent examples of free and open source software collaboration; typically all the underlying source code can be used, freely modified, and redistributed by anyone under the terms of the GNU GPL[5] and other free licenses.

Linux is predominantly known for its use in servers, although it is installed on a wide variety of computer hardware, ranging from embedded devices and mobile phones to supercomputers.[6] Linux distributions, installed on both desktop and laptop computers, have become increasingly commonplace in recent years, owing largely to the popular Ubuntu distribution and to the emergence of netbooks.[7][8]

The name "Linux" (Linus-linux.ogg listen ) comes from the Linux kernel, originally written in 1991 by Linus Torvalds. The rest of the system, including utilities and libraries, usually comes from the GNU operating system announced in 1983 by Richard Stallman. The GNU contribution is the basis for the Free Software Foundation's preferred name GNU/Linux.[9][10]


Windows 7



Windows 7


Windows 7 (formerly codenamed Blackcomb and Vienna) is an upcoming version of Microsoft Windows, a series of operating systems produced by Microsoft for use on personal computers, including home and business desktops, laptops, tablet PCs, netbooks and media center PCs.[1] Microsoft has stated that it plans to release Windows 7, "in time for the holiday season" of 2009,[2] less than three years after the general availability of its predecessor, Windows Vista. Its server counterpart, Windows Server 2008 R2, is slated for release around the same time. It is expected that the exact date will be October 15, 2009.[3]

Unlike its predecessor, Windows 7 is intended to be an incremental upgrade to the Windows line, with the goal of being compatible with applications and hardware with which Windows Vista is already compatible.[4] Presentations given by the company in 2008 have focused on multi-touch support, a redesigned Windows Shell with a new taskbar, a home networking system called HomeGroup,[5] and performance improvements. Some applications that have been included with prior releases of Microsoft Windows, including Windows Calendar, Windows Mail, Windows Movie Maker, Windows Photo Gallery, will not be included in Windows 7; some will instead be offered separately as part of the freeware Windows Live Essentials suite.[6]